Bambu, Material Alternatif Ramah Lingkungan

Dua Garis Arsitek - Bambu Ramah Lingkungan

Bambu, Material Alternatif Ramah Lingkungan

Menggunakan material bangunan yang sustainable (berkelanjutan) kini menjadi pertimbangan bagi para arsitek maupun pemilik bangunan. Pilihan ini menunjukkan kesadaran untuk menerapkan konsep hijau. Ada beberapa jenis eco material yang dapat digunakan yaitu natural material (berasal dari alam dan dapat diperbaharui), local material (diperoleh di sekitar lokasi proyek dan menguntungkan masyarakat setempat), recycled material (hasil daur ulang atau pengolahan material bekas) , dan prefabricated material (elemen bangunan hasil pabrikasi yang memudahkan konstruksi).

Di antara jenis eco material tersebut, bambu dapat dimasukkan dalam keempat kategori karena bersifat natural, mudah diperoleh di sekitar lokasi, bisa didaur ulang, dan kini tersedia dalam bentuk siap pakai. Bambu telah lama digunakan sebagai material bangunan, hingga saat ini kian hangat dieksplorasi dan diteliti untuk memaksimalkan kekuatannya. Bambu dapat dipanen dalam 3 tahun,  lebih cepat dibandingkan kayu yang membutuhkan 10 tahun atau lebih. Kekuatan dan kelenturannya menjadikan bambu material bangunan yang kokoh dan tahan gempa. Beragam jenis bambu  tumbuh subur di Indonesia sehingga mudah diperoleh sesuai kebutuhan. Hal ini menghemat biaya dan energi untuk transportasi bambu, selain harganya memang lebih murah dibandingkan kayu. Kelemahan bambu yang rentan dimakan rayap  dapat diatasi dengan pengawetan agar lebih tahan lama. Teknik sambungan bambu pun semakin maju sehingga desain bangunan bambu kian inovatif.

Pemanfaatan bambu dalam bangunan dapat diaplikasikan sebagai struktur, elemen eksterior, maupun interior. Bahkan hampir seluruh bagian bangunan dapat menggunakan bambu, seperti desain Green School dan Green Village di Badung, Bali. Mulai dari kolom, rangka atap, dinding, lantai, hingga furniturenya memakai bambu. Penggunaan bambu semakin dimudahkan dengan adalanya jasa pengawetan bambu dan produk bambu siap pakai seperti papan lantai, partisi, anyaman bambu, serta elemen interior. Pilihan warna dan finishingnya membuat suasana ruang lebih natural, hangat, dan terang.